5 Langkah PDAM Kotabaru Antisipasi Krisis Air Saat Musim Kemarau
ambungpost – Kemarau datang, air mulai surut. Sejumlah instalasi PDAM/BDM Kabupaten Kotabaru mencatat penurunan debit air baku. Akibatnya, distribusi ke rumah pelanggan pun ikut terdampak.
Humas PDAM Kotabaru, H. Suriansyah menyebut tiga titik sumber air yang paling terasa penurunannya: Dam Gunung Bintang, Gunung Mandin, dan Gunung Perak.
Dari sisi pelanggan, wilayah IPA Gunung Tirawan menjadi yang paling terdampak.
Sedangkan pelanggan IPA Gunung Ulin kini harus mengikuti sistem giliran.
"Rotasi pengiriman air mulai kami terapkan sejak tadi malam untuk mengelola ketersediaan air. Kami juga terus melakukan penyelidikan sumber air baru di wilayah Gunung Kerawan dan IPA Gunung Reli sebagai upaya antisipasi jangka panjang," kata Suriansyah, Senin (04/08/2026).
Agar informasi tidak simpang siur, jadwal giliran disebar lewat medsos resmi PDAM, siaran RSPD, pengumuman di masjid, hingga koordinasi dengan RT dan desa.
PDAM juga menyiapkan 5 langkah darurat: mengoptimalkan Dam Sembimbingan untuk dialirkan ke Gunung Ulin, mengerahkan mobil tangki ke daerah rendah dan pelosok, berkoordinasi dengan RT, menyiapkan drum dan tangki cadangan, serta menyesuaikan jadwal giliran tiap hari.
Namun ada kendala lain. Sering padamnya listrik membuat pompa mati dan aliran air terhenti.
"Solusi kami jalankan bertahap. Tapi keberlanjutan pasokan air sangat bergantung pada stabilitas listrik dan peningkatan kapasitas infrastruktur sumber air ke depan," ujarnya. (Rizal)

0 Response to "5 Langkah PDAM Kotabaru Antisipasi Krisis Air Saat Musim Kemarau"
Posting Komentar